Membangun dan Memandirikan

Adab dalam Berorganisasi dan Berdakwah

Adab dalam Berorganisasi dan Berdakwah

Berorganisasi dalam wadah Islam bukan sekadar menjalankan program kerja, melainkan sebuah bentuk ibadah yang memerlukan adab dan akhlakul karimah. Di dalam sebuah struktur organisasi, perbedaan pendapat adalah hal yang lumrah, namun cara kita menyikapinya itulah yang menjadi cerminan keimanan. Tanpa adab yang baik, tujuan mulia dakwah bisa terhambat oleh konflik internal yang sebenarnya bisa dihindari dengan komunikasi yang santun dan penuh rasa hormat.

Setiap pengurus dan anggota harus memahami bahwa jabatan adalah amanah, bukan sarana untuk mengejar popularitas atau kekuasaan. Sifat rendah hati (tawadhu) harus dikedepankan agar kerja sama tim dapat berjalan harmonis. Ketika seorang pemimpin mendengarkan bawahannya dengan empati, dan bawahan menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab, maka akan tercipta lingkungan kerja yang produktif dan diberkahi oleh Allah SWT.

Selain hubungan internal, cara organisasi berinteraksi dengan masyarakat juga harus mengedepankan prinsip dakwah bil hal atau dakwah melalui perbuatan nyata. Masyarakat akan lebih mudah menerima pesan-pesan kebaikan jika melihat para penggerak organisasi menunjukkan perilaku yang jujur, amanah, dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Kesantunan dalam bertutur kata dan kecepatan dalam memberikan solusi atas masalah sosial menjadi kunci utama keberhasilan dakwah.

Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk rutin mengadakan kajian internal yang membahas tentang tazkiyatun nufus atau penyucian jiwa. Dengan hati yang bersih, setiap langkah organisasi akan terasa lebih ringan dan terarah. Mari kita jadikan organisasi ini sebagai sekolah adab, di mana setiap orang yang bergabung akan merasakan kesejukan dan kedamaian karena kuatnya ukhuwah islamiyah yang kita bangun bersama.

Facebook
Twitter
Email
Print

Related article