Salah satu tantangan terbesar bagi organisasi sosial keagamaan adalah menjaga kepercayaan publik, terutama terkait pengelolaan keuangan. Kepercayaan adalah aset yang paling berharga, dan sekali kepercayaan itu hilang, akan sulit untuk membangunnya kembali. Oleh karena itu, prinsip transparansi dan akuntabilitas bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kewajiban mutlak bagi setiap pengurus yang memegang amanah keuangan jemaah.
Transparansi berarti memberikan informasi yang jelas dan mudah diakses oleh jemaah mengenai dari mana sumber dana berasal dan ke mana dana tersebut disalurkan. Setiap laporan keuangan sebaiknya dipublikasikan secara rutin, baik melalui papan pengumuman di kantor organisasi maupun melalui fitur laporan di website ini. Dengan adanya keterbukaan, jemaah akan merasa tenang dan semakin semangat untuk berkontribusi karena melihat bukti nyata dari setiap rupiah yang mereka titipkan.
Selain transparan, akuntabilitas juga mencakup efektivitas penggunaan dana. Organisasi harus memastikan bahwa dana umat digunakan untuk program-program yang memberikan dampak jangka panjang dan tepat sasaran. Audit internal maupun eksternal secara berkala perlu dilakukan untuk memastikan tidak ada penyimpangan dan agar tata kelola keuangan tetap berada pada jalur yang benar sesuai kaidah akuntansi dan prinsip syariah.
Dengan diterapkannya sistem keuangan yang profesional, organisasi kita akan menjadi contoh bagi lembaga lain dalam hal integritas. Mari kita dukung upaya digitalisasi keuangan organisasi agar setiap transaksi terekam dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan kapan saja. Transparansi bukan hanya tentang angka-angka di atas kertas, tetapi tentang bagaimana kita menjaga martabat organisasi di hadapan manusia dan mempertanggungjawabkannya di hadapan Allah SWT.
